Pekanbaru

Manfaat Kacang Tanah

Kode Pos

Pekanbaru

Terletak di tepi Sungai Siak, yang mengalir ke Selat Malaka. Akibatnya, Pekanbaru memiliki akses langsung ke selat yang ramai dan sudah lama dikenal sebagai pelabuhan dagang (nama kota ini berasal dari kata-kata Indonesia untuk ‘pasar baru’, “pekan” yang berarti ‘pasar’ dan ‘baru’ yang berarti ‘baru ‘). Kota ini terbagi menjadi 12 kecamatan. Kota ini dilayani oleh Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II dan Pelabuhan Sungai Duku yang terletak di tepi Sungai Siak. Sebuah pemukiman telah ada di situs ini sejak abad ke-17. Pada akhir abad 19, kota ini dikembangkan untuk melayani industri kopi dan batubara, dan Belanda membangun jalan untuk membantu mengirim barang ke Singapura dan Malaka.
Ketika Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (1766-1780) memindahkan ibu kota [kutipan diperlukan] Kerajaan Siak dari Mempura ke Senapelan (yang sekarang adalah Pekanbaru), perkampungan ini dulu merupakan pemukiman hanya untuk beberapa orang, terutama keluarga kesultanan . Namun, karena perkembangan di sektor perdagangan dan kenyataan bahwa semakin banyak orang memutuskan untuk menetap di kota ini, Sultan ingin menjadikan Senapelan menjadi pusat sektor perdagangan Kerajaan Siak. Namun, tujuan sultan tidak tercapai sepenuhnya, setelah itu dia memutuskan untuk memindahkan ibukota sekali lagi, ke Siak Sri Indrapura.
Pada tahun 1749, di bawah perjanjian damai antara Sultan Johor dan Perusahaan Hindia Belanda Timur (VOC) Siak ditempatkan di bawah pemerintahan Belanda. Sultan pindah ke istana di Senapelan yang dibangun pada tahun 1760.

Sultan Syarif Kasim II Siak dan istrinya, 1910-1920. Sultan Siak terakhir yang menyerahkan kerajaannya ke Republik Indonesia
Di Senapelan Sultan Abdul Jalil Shah Alamudin tidak berhasil mencoba menyelenggarakan pameran regional yang besar. Pada awal 1780-an anaknya, Sultan Muhammad Ali berhasil mendirikan grand fair. Karena nilai komersial penting untuk wilayah Sumatera dan Selat Malaka untuk umum, pemukiman itu sendiri dinamai Pekanbaru oleh dewan lokal tetua suku (terdiri dari Datuk Pesisir, Datuk Limapuluh, Datuk Tanah Datar dan Datuk Kampar) pada tanggal 23 Juni 1784. Dengan demikian , setiap 23 Juni dirayakan sebagai hari pendiri kota Pekanbaru.

Baca Juga :  Jual Kubah Masjid

Kode Pos Desa

Related Post "Pekanbaru"

Hal Yang Mempengaruhi Biaya Jasa Detektif Di Medan
Bagi anda yang sedang berada di Medan,
Sewa Mobil Murah di Bali
Mungkin anda memiliki keinginan berwisata ke Bali
Sejarah Detektif Swasta Di Dunia
Keberadaan detektif swasta sudah ada sejak zaman